Langsung ke konten utama

Tiga Karakter Kesalehan Seseorang

Orang saleh, berakhlak karimah, dan orang bertaqwa adalah hanya berbeda dalam kata. Tetapi hakekatnya maknanya sama bahwa mereka adalah hamba Alloh yang baik.

Tiga karakteristik hamba yang baik itu adalah:



 Ia sangat cinta kepada Alloh.

“...adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah...” (QS 2:165) dan itu dibuktikan dengan semangat ketaatan yang luar biasa pada sang Khalik serta ikhlas berjuang dijalan-Nya bahkan berkorban demi Kekasih-Nya. Jika seorang hamba melakukan karakteristik pertama ini, sungguh indah apa yang ia wakafkan tidak hanya hartanya, tetapi jiwa raganya pun ia wakafkan untuk mencuri hati Kekasih-Nya.

“Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (QS 2:207).

Ia bukan hanya penggemar melainkan penikmat tahajud. Yang pasti kita gampang menjumpai hamba yang sholeh ini karena setiap sholat fardu dilakukan terutama subuh ia “gantung hatinya” di masjid. Ia pun “penjaga wudhu” yang apik dan setia. Karena itulah ia disayang oleh Alloh SWT.



Hamba ini memiliki satu kesenangan unik: selalu gemar berbuat baik. 
 Ia hanya bahagia bila sudah berbuat baik. Itulah cinta sejati the true love is pleasure of giving. Sifat dominan ilahiyah Ar-Rohman dan Ar-Rohim ada pada dirinya. Misi hidupnya jelas hanya “sharing” berkah. Setelah menerima lalu ia akan mengasih, demikian seterusnya. Itulah makna “terima kasih”.



“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.” (Ad-Dhuha:11).

Dia akan selalu sukses di dunia dan di akherat karena sudah memiliki “kunci sukses” yaitu “belas kasih”.



“Sungguh Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu menolong hamba yang lain” demikian sabda Rasululloh SAW.



Dia sangat sibuk memperbaiki dirinya.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS Al-Hasyr:18).

Ia sama sekali tidak tertarik mencari kekurangan apalagi aib orang lain.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Hujurat:12).


Istighfar adalah amalannya, hatinya sangat halus, firasatnya sangat tajam, insting rahmatnya kuat, dan air matanya pun gampang menetes.

“Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu”. (QS Al-Ira:109).


Rasululloh SAW bersabda: “Tidklah aku bangun dari tempat dudukku kecuali aku beristighfar 70 sampai dengan 100 kali”.



Subhanalloh, ternyata orang yang sangat mencintai Alloh itu sesungguhnya merasakan nikmat dalam “ketaatan”. Ia gemar berbuat baik dan ia pun asyik memperbaiki dirinya sendiri.

Alhamdulillah ikhwafillah....


Sumber: ustadz H.M. Arifin Ilham

Komentar

Postingan populer dari blog ini

1st post

Assalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh ba'da tahmid dan salawat Setelah belasan blog sya buat, ternyata inilah blog pribadi yang bener benerepribadi aku buat, semoga di postingan pertama ini bisa memberikan manfaat pada pembaca yang lainnya. amiin Wassalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh

M+(F-1)

Lama tak berpuisi karena sudah ada yang mengisi hati Lama tak berkarya karena sudah ada si Dia Lama tak berangan Karena dia sudah jadi pasangan F-1 Buka efwan Bukan F-one Bukan ef1 Tapi Fisika-1  Tapi 1 huruf sebelum itu Ialah Aku M Betul memang matematika Tapi lebih betul itu huruf pertama Si Dia yang mengisi hati Ah... Aku orang saintis Tak bisa romantis Sepuitis kata-kata manis Sudahlah Si dia kini mengisi setiap hari hati ini Biarlah kita seperti hubungan fisika dan matematika Karena kita Adalah  (F-1)ka dan Mira Guru Fisika dan Guru Matematika _____---_____

Menjaga prasangka

Adakah peristiwa yang berlangsung lebih dari sepuluh tahun lalu dan masih senantiasa membekas di benak Anda? Bisa ya bisa pula tidak. Bagi saya, ada suatu kisah yang masih membekas karena hikmahnya ternyata belum begitu lama mampu benar-benar saya pahamiĆ¢€¦ Alkisah, saya sedang menonton pawai tujuh belasan waktu itu. Lokasinya di dekat perlintasan kereta api, sebuah pertigaan, yang salah satu arahnya adalah arah menuju RSUD Wates. Penonton yang berjubel otomatis menutup jalan utama yang menuju rumah sakit tersebut. Di tengah ramainya suasana, sebuah mini van berusaha menyeruak kerumunan. Karuan saja pak polisi bertindak dan terjadilah suatu dialog dengan sang pengemudi mobil. Karena posisi saya cukup jauh untuk mendengarkan, jadilah saya hanya menilai alangkah ngaconya mobil yang hendak meminta jalan tersebut. Namun sejurus kemudian saya juga terkejut melihat seorang wanita yang duduk di sebelah pengemudi mobil itu. Di tangannya tampak seorang anak yang rapat terbalut ...