Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Apa yang harus ku katakan

aku hanya ingin berkarya nyata buka asa yang maya karena seperti bayangan yang maya sebesar apapun bayangan itu, tetap lah maya berbeda dengan bayangan nyata , sekecil apapun dia bisa di tangkap layar namun dengan karaya yang nyata keduanya maya atau nyata tetap saja bayangan, dan ku tak mau hidup di bawah bayang-bayang. ingin ku rengkuh lautan tapi kutak bisa ingin ku gapai ujung samudra tetap tak bisa ku hanya berharap dengan segala karya yang nyata ku hanya bisa mensyukuri kenyataan dengan senyuman diantara harapan, kenyataan dan senyuman korelasi yang tepat unutk kisahku hari ini.

sebuah asa yang kadang asa-asa

Pernah kau tulis asa dengan tinta maya bersama kepingan kepingan yang penuh dengan asa walau kini entah dimana asa itu namun sempat asa itu ada disampingku dan hampir menemaniku kini asa itu mencoba tuk menghampiri tapi aku tak meyakini ada asa yang sama di antara kita entah asa atau asa dan kini kuhanya menunggu asa hadir bersama di sampingku sebongkah asa untuk pondasi asa yang nyata asa mu dan asaku tapi kita tak pernah mau asa-asa karena... sebuah asa yang kadang asa-asa

bangkai bangkai dan bangkai

aku bangkai busuk kau gali kau benamkan kau gali aku busuk aku bangkai kau benamkan kau gali kau benamkan mereka tutup hidung hidung mereka mereka tutup kau teriakan aku bangkai mereka menutup telinga aku akankah kau, kamu dan kalian kuburkan aku bangkai tetaplah bangkai kuburkan aku sampai anjing pun tak dapat menciumku biarlah Allah yang menjagaku

Pahlawan "Tonggeret"

Memperingati hari pahlawan ku apresiasi pahlawan tonggeret walau dia sudah jarang ada di kota namun masih ada di sudut sudut kota di taman sari di juanda masih ada Tonggeret jadi pahlawan jasanya takan terlupakan suaranya selalu terngiang memperjuangkan agar manusia Ingat padaNya di tiap pagi dan petang Kaulah Pahlawan "tonggeret" Selalu mengajak untuk mengingatNya Cimahi 10 November 2009 Dalam Perjalanan menuju cintaNya Rurousha Alhasan Abdullah Eka Sugandi's Blog

Sumpah Pemuda dan Sumpah “Tonggeret”

Mereka katakan bertumpah darah yang satu , tapi ku perhatikan, tak setetespun darah tertumpah Mereka mengaku berbangsa yang satu , tapi kurasakan mereka membanggakan bangsa-bangsa nya sendiri Mereka pun menjunjung tinggi bahasa persatuan , tapi kudengar keangkuhan bahasa mulut mengalahkan bahasa hati Tonggeret menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Tonggeret mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Tonggeret bertumpah darah yang satu, Darah Tonggeret Pemuda dan tonggeret Sama-sama bersumpah Pemuda dengan lantangnya Tonggeret dengan dzikirnya Cimahi, 28 Oktober 2009 Rurousha Alhasan Abdullah Eka Sugandi

Fisikawan Muda Mencari Cinta

  Kehancuran itu bagai scattering dalam fisika kuantum namun hati tak dapat mengikuti dilatasi waktu semua hanya sebuah friksi dalam hati   ketika penantian terasa lama bagai waktu sebuah asa melewati jutaan tahun cahaya ketika cinta tak lagi beresonansi hati mencoba bagaikan benda tegar   andai cinta sang fisikawan muda bagai ikatan inti ia mencoba mengikis sedih nya dihati namun semua hanya cita yang belum tercapai bagai pendapat ketidak pastian heisenbergh semakin di coba semakin tak pasti   namun fiskawan muda tetap yakin cintanya datang tak tergantung ketinggian ketinggian pada energi potensial namun tetap pencariannya kini masih tergantung waktu t inisial, t nol, t satu, t dua, atau t final. dia tetap sabar menanti dan terus menanti menanti…. menanti…   By : al-musafir (terinspirasi dari kisah teman yang sedang gundah mencari cintanya)