Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Renungkan

Metro Mini Alphard

Kalau hati kita sumeleh, mensyukuri apapun yang Allah telah berikan. Naik Metromini pun akan berasa nikmat, senikmat naik Alphard. Tapi bagi yang telah ‘berasa’ punya dan lupa akan rasa syukur itu. Maka naik sebuah Alphard pun berasa pengap bagaikan naik sebuah Metro Mini. Kabeh kuwi mung masalah roso (semua hal hanya masalah rasa)...” - metro mini alphard

Menjaga prasangka

Adakah peristiwa yang berlangsung lebih dari sepuluh tahun lalu dan masih senantiasa membekas di benak Anda? Bisa ya bisa pula tidak. Bagi saya, ada suatu kisah yang masih membekas karena hikmahnya ternyata belum begitu lama mampu benar-benar saya pahami… Alkisah, saya sedang menonton pawai tujuh belasan waktu itu. Lokasinya di dekat perlintasan kereta api, sebuah pertigaan, yang salah satu arahnya adalah arah menuju RSUD Wates. Penonton yang berjubel otomatis menutup jalan utama yang menuju rumah sakit tersebut. Di tengah ramainya suasana, sebuah mini van berusaha menyeruak kerumunan. Karuan saja pak polisi bertindak dan terjadilah suatu dialog dengan sang pengemudi mobil. Karena posisi saya cukup jauh untuk mendengarkan, jadilah saya hanya menilai alangkah ngaconya mobil yang hendak meminta jalan tersebut. Namun sejurus kemudian saya juga terkejut melihat seorang wanita yang duduk di sebelah pengemudi mobil itu. Di tangannya tampak seorang anak yang rapat terbalut ...

Imam Ghazali dan Muridnya

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya : Pertama, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “Mati”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran ;185) Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”.

Gaza Penduduk Paling Sehat di Dunia

Seorang wartawan yang baru beberapa bulan bekerja di salah satu majalah terkenal di negera Arab menjelaskan bahwa Gaza adalah pusat kesehatan terbesar (The Biggest Health Center) di dunia. Ceritanya bermula ketika sekretaris pimpinan redaksi (Pemred) majalah itu memberitahukan bahwa wartawan bernama Sa’id itu harus segera menghadap sang Pemred. Dengan hati gembira, wartawan yang masih muda dan enerjik tersebut segera menghadap pimpinannya.

sebuah kutipan

pemenang selalu jadi bagian dari jawaban; pecundang selalu jadi bagian dari masalah. pemenang selalu punya program; pecundang selalu punya kambing hitam. pemenang selalu berkata, "Biarkan saya yang mengerjakannya untuk Anda"; pecundang selalu berkata, "Itu bukan pekerjaan saya"; Pemenang selalu melihat jawab dalam setiap masalah; pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban. Pemenang selalu berkata, "itu memang sulit, tapi kemungkinan bisa"; Pecundang selalu berkata, "Itu mungkin bisa, tapi terlalu sulit". Saat pemenang melakukan kesalahan, dia berkata, "saya salah"; saat pecundang melakukan kesalahan, dia berkata, "itu bukan salah saya". Pemenang membuat komitmen-komitmen; Pecundang membuat janji-janji. Pemenang mempunyai impian-impian; Pecundang punya tipu muslihat. Pemenang berkata, " Saya harus melakukan sesuatu"; Pecundang berkata, "Harus ada yang dilakukan ". Pemen...

bangkai bangkai dan bangkai

aku bangkai busuk kau gali kau benamkan kau gali aku busuk aku bangkai kau benamkan kau gali kau benamkan mereka tutup hidung hidung mereka mereka tutup kau teriakan aku bangkai mereka menutup telinga aku akankah kau, kamu dan kalian kuburkan aku bangkai tetaplah bangkai kuburkan aku sampai anjing pun tak dapat menciumku biarlah Allah yang menjagaku

Do You Really Love Me (OST Masihkah Kau Mencintaiku)

Assalamu alaykum Ini salah satu soundtrack sebuah acara di salah satu stasiun TV swasta nasional. sebenernya sih  awalanya penulis malas untuk nonton ini acara, namun ada banyak pelajaran dari acara ini, kata mamah ku "nak lihat aja acara ini, kamu kan dah dewasa, ini bagus buat kamu nanti berumah tangga. kan tuh di perlihatkan realita berumah tangga, dan berbagai problematikanya" iyah sih, walau gak seluruhnya, tapi yah moga kita bisa mengambil hikmah dari segala yang kita lihat ,dengar dan rasakan. dan saya sedikit kepincut ama lirik lagu dari sountracknya. dan ini untuk yang udah nikah kayaknya. (padahal diluaran sanah ini jadi alibi buat yang pacaran) . Lirik lagu Do You Really Love Me - AOP (OST Masihkah Kau Mencintaiku) : bukannya ku tak percaya bukannya ku tak bersyukur atas yang ku terima selama ini dari kamu sungguh ku hanya berharap kalau ku satu-satunya manusia di hatimu yang kau cintai selamanya do you really love me jangan marah padaku wajar...

KENAPA TAKUT SAMA SINGA ???

Kenapa kita merasa ngeri ketika berhadapan dengan singa? Apakah takut dengan taringnya? Apakah takut dengan kuku-kuku dan cakarnya yang tajam? Apakah takut dengan belangnya? Apakah takut dengan sorot matanya? Apakah takut dengan auman suaranya? Apakah takut dengan terkamannya? Dengan singa yang ompong pun kita masih merasa takut menghadapinya. Tapi sekali lagi saya bertanya, apakah yang menyebabkan kita takut sama singa? Jawaban sederhananya adalah karena singa tersebut masih punya ruh.

Menangislah karena ALLAH

Nabi-nabi dengan ucapan, "Diriku, diriku (selamatkanlah diriku Ya Allah) kecuali hanya seorang nabi sahaja yang akan berkata, "Umatku, umatku." Beliau ialah junjungan besar kita Nabi Muhammad S.A.W. Pada masa itu akan keluarlah api neraka jahim seperti gunung-gunung, umat Nabi Muhammad berusaha menghalanginya dengan berkata, "Wahai api! Demi hak orang-orang yang solat, demi hak orang-orang yang ahli sedekah, demi hak orang-orang yang khusyuk, demi hak orang-orang yang berpuasa, supaya engkau kembali."

LAMARANMU KUTOLAK!

(Kisah Sederhana, Jenaka tapi Penuh Makna) Dari milis, dan kata dari milis itu dari milis tetangga, pas dilihat, ternyata dari milis tetangga juga, jadi saya tak tau dari mana ini sumber aslinya, tapi ndak apa-apa, lumayan unutk sharing. Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya. Melalui ta'aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah. Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan. Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya. Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk 'merebut' sang perempuan muda, dari sisinya.

Allah Titipkan pada abi

2 hari yang lalu, dengan suatu ketidak sengajaan dari seoarang pribadi eka sugandi tapi mungkin itu rencana dari Allah, menonton kembali film sang murrabi, ada beberapa adegan yang membuatku merenung, tersenyum dan bersedih. kenapa itu terjadi, entahlah, mungkin itu yang sedang menjadi impian seorang eka sugandi. okeh lah kita simak saja adegan pembicaraan itu. (maaf mungkin bahasanya dengan bahasa saya, tidak sama persis dengan di film) di pagi hari, ust. rahmat akan berangkat berdakwah (mungkin ke gedung DPR, ngisi Halaqah, ngisi ta'lim, atau apalah, yang pasti dia berangkat untuk dakwah). sebelum berangkat dia berpamitan pada istrinya, namun sang istri meberikan informasi pada ustadz rahamat Istri : Abi, persediaan makanan kita akan habis. Ustad Rahmat : uang yang abi kasih kemarin dah habis ya ? I : Iya Bi. U: ya gpp, kita harus bersyukur, kalau habis berarti Allah akan meberikan yang baru. I: iya Bi U : ya sudah kita minta saja pada Allah, nanti Allah akan meberikan...