Langsung ke konten utama

Islamikah organisasi kita ?

Pernah baca sebuah visi suatu organisasi yang kurang lebih bunyinya

Menjadi komunitas  yang mengusung budaya islami
Pernah baca sebuah Anggaran Dasar suatu organisasi yang kurang lebih isinya
Menjadikan Syariat islam sebagai landasan berorganisasi



Namun pernahkah kita bermuhasabah, sudah islamikah organisasi yang kita ikuti?

  1. Sudahkah kita berniat baik untuk organisasi yang kita ikuti, niat karena ingin menegakkan agama Allah. karena Allah? (kadang kita salah niat dalam berorganisasi)
  2. Sudahkah terjaga hijab kita ketika rapat? atau malah memang bercampur baur dengan yang bukan haknya, parahnya lagi ada yang mencari atau mengada ada supaya rapat, padahal hanya ingin bertemu si fulan atau si fulanah. yang paling parahnya lagi, memakasakan rapat padahal yang hadir cuma berdua (ikhwan akhwat).(heuheu ini nih yang jadi masalah para kader organisasi sampai-sampai ada istilah CBSA-Cinta Bersemi Sesama Aktivis, mungkin teman teman saya yang pernah se organisasi tau, saya selalu menolak jika rapat hanya berdua ikhwan dan akhwat saja, walau sebenarnya materi rapat sangat urgen, samapi saya suruh atau saya sendiri mebawa orang lain baik dari dalam organisasi atau yang dari luar, yang penting gak hanya berdua.)
  3. Sudahkah terjaga kata-kata kita, ketika rapat, orasi, pidato atau yang lainya. sudahkah kita mengeluarkan kata-kata yang bermanfaat atau malah kata-kata sampah yang gak penting, atau mungkin parahnya lagi kita berbicara dalam rapat sambil bersenda gurau plus mengoda is fulan/fulanah? (astagfirullah, sering kita emosi, mendayu -dayu, merayu, yu ah benahi mulai dari hati kita)
  4. Sudahkah kita awali setiap aktifitas di organisasi yang kita ikuti dengan basmalah (menyebut asma Allah) atau hamdalah (memuji Allah)--{seringnya hanya asama allah di awal aktifitas, masih jarang yang dengan memuji Allah}
  5. Sudahkah kita tutup setiap pertemuan dengan doa? (pengalaman saya mah sih sudah dan selalu)
  6. Sudahkah Organisasi yang kita ikuti, mengingatkan kita akan adanya Allah.
  7. SUDAH ISLAMIKAH ORGANISASI YANG KITA IKUTI ?
Ini semua hanya sebagian kecil dari curhat saya, pengalaman saya ketika masih aktif di sebuah organisasi, baik sebagai anggota, staf, koordinator, ka.Biro, Dirjen, Ketua.


Semuanya hasil pengalaman saya. dan inti dari semua ini hanya mengingatkan diri pribadi jikalau kedepan bertemu lagi dengan organisasi. dan sebagai sharing buat pembaca semuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

1st post

Assalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh ba'da tahmid dan salawat Setelah belasan blog sya buat, ternyata inilah blog pribadi yang bener benerepribadi aku buat, semoga di postingan pertama ini bisa memberikan manfaat pada pembaca yang lainnya. amiin Wassalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh

M+(F-1)

Lama tak berpuisi karena sudah ada yang mengisi hati Lama tak berkarya karena sudah ada si Dia Lama tak berangan Karena dia sudah jadi pasangan F-1 Buka efwan Bukan F-one Bukan ef1 Tapi Fisika-1  Tapi 1 huruf sebelum itu Ialah Aku M Betul memang matematika Tapi lebih betul itu huruf pertama Si Dia yang mengisi hati Ah... Aku orang saintis Tak bisa romantis Sepuitis kata-kata manis Sudahlah Si dia kini mengisi setiap hari hati ini Biarlah kita seperti hubungan fisika dan matematika Karena kita Adalah  (F-1)ka dan Mira Guru Fisika dan Guru Matematika _____---_____

LAMARANMU KUTOLAK!

(Kisah Sederhana, Jenaka tapi Penuh Makna) Dari milis, dan kata dari milis itu dari milis tetangga, pas dilihat, ternyata dari milis tetangga juga, jadi saya tak tau dari mana ini sumber aslinya, tapi ndak apa-apa, lumayan unutk sharing. Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya. Melalui ta'aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah. Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan. Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya. Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk 'merebut' sang perempuan muda, dari sisinya.