Langsung ke konten utama

Aku hanyalah pria sederhana

Aku hanyalah pria sederhana

lahir dari seorang ibu yang penuh kasih sayang, keluarga yang nyaman, cinta kasih tercurah..sekalipun kami hanyalah keluarga yang sederhana,namun aku betah dengan keadaan ini, syukur kupanjatkan akan kebaikan yang Allah berikan pada keluargaku.



aku hanyalah pria sederhana

teman yang kukenal sampai saat ini adalah hasil dari jalinan silaturahmi yang aku bangun, awalnya teman-temanku mengatakan aku cukup pendiam, setelah lama barulah mereka merasa nyaman berbicara denganku, karena sesungguhnya aku hanyalah pria =
sederhana dengan bicara yang sederhana saja.

aku hanyalah pria sederhana

menurut tes psikologi aku ini memiliki keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri, itu berarti aku bisa jadi atasan dan bisa jadi bawahan..dan tes IQ mengatakan otakku cerdas,hmm namun aku hanyalah pria sederhana, yang hanya melakukan segala sesuatunya secara sederhana


aku hanyalah pria sederhana

saat bekerja mungkin saat inilah kesabaran, ketangguhan, kepekaan, ketelitian di uji. boleh dibilang aku termasuk manusia yang bekerja secara cepat, namun ketepatan yang kadang ku abaikan, mungkin ujian ketelitian dalam pekerjaanku bernilai kurang.

aku hanyalah pria sederha

ilmu agama yang ku dapat sampai saat ini, banyak berasal dari kekuatan doa bundaku, dan banyaknya kesempatanku untuk meraihnya, teman teman kadang bertanya padaku tentang apa itu hukumnya? bagaimana cara menurut agama? namun aku hanyalah pria sederhana yang bisa menjawab segalanya secara sederhana, karena aku yakin ada yang lebih bisa menjawab dariku dengan lebih istimewa.

aku hanyalah pria sederhana

perjalanan hidup, lika likunya serta keaneka ragamannya, membuatku semakin sadar bahwa aku bukanlah apa apa, aku kecil dihadapanNYA, tak ada daya dan upaya, hanyalah manusia lemah dalam segala hal, bukanlah manusia yang kuat dalam menghadapi apapun, karena aku tahu dengan diriku yang serba memiliki keterbatasan

aku hanyalah pria sederhana

sekarang, layakkah aku seorang pria sederhana mendapatkan yang istimewa? pantaskah aku mendapatkan yang tak sesederhana diriku? kukembalikan itu padaku, bagaimana bisa aku dapatkan yang istimewa dan tak sederhana sepertiku? sedangkan aku hanyalah pria sederhana, yang berdoa secara sederhana. namun tak ada salahnya berharap semoga aku yang sederhana mendapatkan yang istimewa..amin


Komentar

  1. chie.. pria sederhana curhat di paragraf akhir.. ehm..

    BalasHapus
  2. yah semoga dia yang istimewa sedang menunggu.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

1st post

Assalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh ba'da tahmid dan salawat Setelah belasan blog sya buat, ternyata inilah blog pribadi yang bener benerepribadi aku buat, semoga di postingan pertama ini bisa memberikan manfaat pada pembaca yang lainnya. amiin Wassalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh

M+(F-1)

Lama tak berpuisi karena sudah ada yang mengisi hati Lama tak berkarya karena sudah ada si Dia Lama tak berangan Karena dia sudah jadi pasangan F-1 Buka efwan Bukan F-one Bukan ef1 Tapi Fisika-1  Tapi 1 huruf sebelum itu Ialah Aku M Betul memang matematika Tapi lebih betul itu huruf pertama Si Dia yang mengisi hati Ah... Aku orang saintis Tak bisa romantis Sepuitis kata-kata manis Sudahlah Si dia kini mengisi setiap hari hati ini Biarlah kita seperti hubungan fisika dan matematika Karena kita Adalah  (F-1)ka dan Mira Guru Fisika dan Guru Matematika _____---_____

LAMARANMU KUTOLAK!

(Kisah Sederhana, Jenaka tapi Penuh Makna) Dari milis, dan kata dari milis itu dari milis tetangga, pas dilihat, ternyata dari milis tetangga juga, jadi saya tak tau dari mana ini sumber aslinya, tapi ndak apa-apa, lumayan unutk sharing. Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya. Melalui ta'aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah. Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan. Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya. Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk 'merebut' sang perempuan muda, dari sisinya.