Pernah kau tulis asa
dengan tinta maya
bersama kepingan kepingan yang penuh dengan asa
walau kini entah dimana asa itu
namun sempat asa itu ada disampingku
dan hampir menemaniku
kini
asa itu mencoba tuk menghampiri
tapi aku tak meyakini ada asa yang sama di antara kita
entah asa
atau asa
dan kini kuhanya menunggu asa
hadir bersama di sampingku
sebongkah asa untuk pondasi asa yang nyata
asa mu dan asaku
tapi kita tak pernah mau asa-asa
karena...
sebuah asa yang kadang asa-asa
Komentar
Posting Komentar