Aku hanyalah pria sederhana
lahir dari seorang ibu yang penuh kasih sayang, keluarga yang nyaman, cinta kasih tercurah..sekalipun kami hanyalah keluarga yang sederhana,namun aku betah dengan keadaan ini, syukur kupanjatkan akan kebaikan yang Allah berikan pada keluargaku.
aku hanyalah pria sederhana
saat bekerja mungkin saat inilah kesabaran, ketangguhan, kepekaan, ketelitian di uji. boleh dibilang aku termasuk manusia yang bekerja secara cepat, namun ketepatan yang kadang ku abaikan, mungkin ujian ketelitian dalam pekerjaanku bernilai kurang.
aku hanyalah pria sederha
ilmu agama yang ku dapat sampai saat ini, banyak berasal dari kekuatan doa bundaku, dan banyaknya kesempatanku untuk meraihnya, teman teman kadang bertanya padaku tentang apa itu hukumnya? bagaimana cara menurut agama? namun aku hanyalah pria sederhana yang bisa menjawab segalanya secara sederhana, karena aku yakin ada yang lebih bisa menjawab dariku dengan lebih istimewa.
aku hanyalah pria sederhana
perjalanan hidup, lika likunya serta keaneka ragamannya, membuatku semakin sadar bahwa aku bukanlah apa apa, aku kecil dihadapanNYA, tak ada daya dan upaya, hanyalah manusia lemah dalam segala hal, bukanlah manusia yang kuat dalam menghadapi apapun, karena aku tahu dengan diriku yang serba memiliki keterbatasan
aku hanyalah pria sederhana
sekarang, layakkah aku seorang pria sederhana mendapatkan yang istimewa? pantaskah aku mendapatkan yang tak sesederhana diriku? kukembalikan itu padaku, bagaimana bisa aku dapatkan yang istimewa dan tak sederhana sepertiku? sedangkan aku hanyalah pria sederhana, yang berdoa secara sederhana. namun tak ada salahnya berharap semoga aku yang sederhana mendapatkan yang istimewa..amin
lahir dari seorang ibu yang penuh kasih sayang, keluarga yang nyaman, cinta kasih tercurah..sekalipun kami hanyalah keluarga yang sederhana,namun aku betah dengan keadaan ini, syukur kupanjatkan akan kebaikan yang Allah berikan pada keluargaku.
aku hanyalah pria sederhana
teman yang kukenal sampai saat ini adalah hasil dari jalinan silaturahmi yang aku bangun, awalnya teman-temanku mengatakan aku cukup pendiam, setelah lama barulah mereka merasa nyaman berbicara denganku, karena sesungguhnya aku hanyalah pria =
sederhana dengan bicara yang sederhana saja.
aku hanyalah pria sederhana
menurut tes psikologi aku ini memiliki keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri, itu berarti aku bisa jadi atasan dan bisa jadi bawahan..dan tes IQ mengatakan otakku cerdas,hmm namun aku hanyalah pria sederhana, yang hanya melakukan segala sesuatunya secara sederhana
teman yang kukenal sampai saat ini adalah hasil dari jalinan silaturahmi yang aku bangun, awalnya teman-temanku mengatakan aku cukup pendiam, setelah lama barulah mereka merasa nyaman berbicara denganku, karena sesungguhnya aku hanyalah pria =
sederhana dengan bicara yang sederhana saja.
aku hanyalah pria sederhana
menurut tes psikologi aku ini memiliki keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri, itu berarti aku bisa jadi atasan dan bisa jadi bawahan..dan tes IQ mengatakan otakku cerdas,hmm namun aku hanyalah pria sederhana, yang hanya melakukan segala sesuatunya secara sederhana
aku hanyalah pria sederhana
saat bekerja mungkin saat inilah kesabaran, ketangguhan, kepekaan, ketelitian di uji. boleh dibilang aku termasuk manusia yang bekerja secara cepat, namun ketepatan yang kadang ku abaikan, mungkin ujian ketelitian dalam pekerjaanku bernilai kurang.
aku hanyalah pria sederha
ilmu agama yang ku dapat sampai saat ini, banyak berasal dari kekuatan doa bundaku, dan banyaknya kesempatanku untuk meraihnya, teman teman kadang bertanya padaku tentang apa itu hukumnya? bagaimana cara menurut agama? namun aku hanyalah pria sederhana yang bisa menjawab segalanya secara sederhana, karena aku yakin ada yang lebih bisa menjawab dariku dengan lebih istimewa.
aku hanyalah pria sederhana
perjalanan hidup, lika likunya serta keaneka ragamannya, membuatku semakin sadar bahwa aku bukanlah apa apa, aku kecil dihadapanNYA, tak ada daya dan upaya, hanyalah manusia lemah dalam segala hal, bukanlah manusia yang kuat dalam menghadapi apapun, karena aku tahu dengan diriku yang serba memiliki keterbatasan
aku hanyalah pria sederhana
sekarang, layakkah aku seorang pria sederhana mendapatkan yang istimewa? pantaskah aku mendapatkan yang tak sesederhana diriku? kukembalikan itu padaku, bagaimana bisa aku dapatkan yang istimewa dan tak sederhana sepertiku? sedangkan aku hanyalah pria sederhana, yang berdoa secara sederhana. namun tak ada salahnya berharap semoga aku yang sederhana mendapatkan yang istimewa..amin
chie.. pria sederhana curhat di paragraf akhir.. ehm..
BalasHapusyah semoga dia yang istimewa sedang menunggu.
BalasHapus